Riset Baru Long Covid: Penurunan Kadar Oksigen Otak dan Gangguan Kognitif

Long Covid memiliki kaitan dengan penurunan kadar oksigen otak, kinerja tes kognitif yang lebih buruk, dan peningkatan gejala psikiatris seperti depresi dan kecemasan.

Hal itu terungkap dalam sebuah riset tentang dampak penyakit tersebut yang baru-baru ini dipublikasikan.

Tim peneliti dari University of Waterloo, Kanada menggabungkan hasil dari dua studi paralel baru, yakni sebuah studi laboratorium yang melibatkan pencitraan dan pengujian kognitif terhadap kadar oksigen di otak, dan sebuah survei populasi nasional Kanada pada 2021 dan 2022.

Tanah Lot Festival Kembali Digelar, Targetkan 25 Ribu Wisatawan per Hari Studi laboratorium itu menemukan bahwa individu yang pernah mengalami penyakit Covid-19 simtomatik menunjukkan kinerja yang lebih buruk dalam dua tugas komputer.

Tugas yang pertama mengukur inhibisi, sementara tugas kedua menilai pengambilan keputusan impulsif.

Jika dibandingkan dengan mereka yang belum pernah terinfeksi, orang yang pernah terinfeksi menunjukkan kurangnya peningkatan saturasi oksigen di area otak yang normalnya digunakan dalam salah satu tugas itu, menurut studi tersebut.

Sementara itu, survei populasi yang dilakukan terhadap lebih dari 2.000 warga Kanada berusia 18-56 tahun itu mempelajari kaitan antara Covid-19, fungsi kognitif, dan gejala psikiatris.

Bandara Bali Terapkan Regulasi pada Masa Endemi: Boleh Tak Pakai Masker, Vaksinasi Covid-19 Tak Wajib Responden yang mengidap Covid-19 melaporkan kesulitan dalam berkonsentrasi dan sejumlah masalah dengan inhibisi, serta peningkatan gejala kecemasan dan depresi.

Riset tersebut diterbitkan dalam jurnal Brain, Behavior, & Immunity – Health edisi Maret.

“Dua studi kami, dengan menggunakan metode yang sangat berbeda, menyoroti perlunya memahami berbagai ancaman dari penyakit Covid-19,” ujar Dr.

Peter Hall, penulis utama sekaligus peneliti di Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Waterloo.

“Kami masih perlu mengetahui lebih banyak tentang bagaimana faktor-faktor seperti vaksinasi mempengaruhi arah long Covid.

Kita juga perlu mengetahui tentang bagaimana beberapa kondisi fisik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi dapat memengaruhi mekanisme ini,” kata Hall.

XINHUA Pilihan Editor: Sederet Negera yang Melarang ChatGPT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *